#21

Ternyata seniat apapun aku untuk pergi, jika inginnya tinggal, kaki ini tidak juga melangkah. Diam di tempat menuruti kata hati yang inginnya begitu.

Sebenarnya, pergi itu untuk apa? Menuruti egoku yang merasa tidak cukup dipuaskan olehmu?

Tadi itu pertanyaan yang harus aku jawab sendiri. Tapi kubagi denganmu agar setidaknya aku tidak bingung sendirian.

Aku sudah bilang belum? Namamu bagus. Aku jadi ingin menuliskannya di saturnus. Sekalian mengadu padanya bahwa dia pernah kamu bilang angkuh karena pamer soal cincinnya.

Tentu saja aku juga akan bercerita tentang bagaimana dirimu pada angkasa di sana. Bagaimana candunya aku saat mendengar tawamu, dan bagaimana aku kesal sekaligus jatuh cinta pada sikap kekanak-kanakanmu.

Aku ingin berbagi perihal kamu tapi tidak pada siapapun.

Mari menjadikan dia tempat kabur kita. Tempat bersembunyi saat bumi sedang sangat menyesakkan. Ya meski bagaimanapun, hanya pelukmu yang menjadi tempat persembunyian ternyaman.

Komentar

Postingan Populer