#25
Pernahkah setidaknya sekali saja kamu jujur pada dirimu sendiri bahwa sebenarnya kamu tidak bahagia menjalani hidupmu itu? Kamu membenci setiap detik yang harus kamu jalani. Kamu membenci setiap hela napas yang memberimu label hidup padahal kamu tidak benar-benar hidup.
Saat pagi hari matamu terbuka, kamu mengumpat dalam hati. Kesal karena ternyata kamu masih saja diberi kesempatan hidup saat nyatanya matilah yang kamu inginkan.
Dengan harus kamu berkegiatan seperti hari-hari sebelumnya. Berbincang, tersenyum, tertawa, bersikap ramah, dan melakukan banyak hal baik padahal satu-satunya yang kamu inginkan adalah menangis meraung-raung.
Maukah sekali saja kamu jujur pada dirimu sendiri dan beritahu seluruh dunia bahwa kamu merasa hidupmu tidak bahagia? Tidakkah berpura-pura membuatmu lebih lelah menjalani hidup? Kenapa tidak jujur saja? Bahwa dunia mengecewakanmu. Bahwa kamu tidak merasa ingin hidup. Bahwa kamu bersedih.
Tapi, dapat apa setelah kamu berhasil jujur? Toh katanya tugas manusia ya berjuang. Sampai akhir.
"Jangan lemah.", kamu bilang.
Sejak kapan lemah jadi sesuatu yang dilarang?
"Bertahan sedikit lagi. Bahagia menanti."
Adalah sebuah kalimat yang kulontarkan untuk diriku sendiri. Si tokoh kamu dalam tulisan ini yang sebenarnya adalah aku.
Komentar
Posting Komentar