Kau belum selesai denganku.

Hai. Maaf menyapamu saat hidupmu sedang baik-baik saja. Beginilah tugasku. Melukai kembali hatimu yang kau pura-purai sudah sembuh.

Ingat aku? Dirimu yang lain. Dirimu di sisi yang lain; masa lalu yang setiap detik berusaha kau kubur itu; yang kau sembunyikan dari seluruh manusia yang kau temui setiap harinya.

Sudah seharusnya aku berusaha tak tenggelam saat kau menenggelamkanku. Sudah kewajibanku untuk tak hilang saat kau berusaha melupakanku.

Marahlah kau semaumu. Aku akan tetap di sini.

Ingat saat kau menangis sepanjang trotoar jalan berharap dengan tangis dan langkah yang melelahkan itu kau akan berhasil menyingkirkanku sekaligus sakit yang kita rasakan?

Ingat saat kau duduk sendirian menatap ombak dan berharap kau punya keberanian untuk berlari ke dalamnya tapi yang kau lakukan adalah berlari dariku?

Ingat bagaimana kita melalui semua perasaan itu? Ingatlah selalu. Dan aku tak akan lelah mengingatkanmu. Semoga kau cepat muak dan mendatangiku.

Aku akan tetap di sini. Sampai kau menghentikan pelarianmu dan menghadapiku. Sampai kau berkata dengan lantang bahwa kau memaafkanku bukan memaklumi semua yang pernah kulakukan tapi disaat yang sama tetap membenciku.

Hadapiku.

Kau belum selesai denganku.

Komentar

Postingan Populer