Sebelum Aku Lupa
Aku suka perasaan yang ada setiap kali kamu menyapaku lewat pesan, saat dapat ucapan selamat istirahat darimu sebelum terlelap, juga selamat pagi. Juga saat bertemu. Apalagi saat kamu bilang "Ini helm baru. Aku beli khusus untuk kamu."
Jalan-jalan di trotoar kota, berkeliling dengan motor lamamu yang perannya lebih penting di hidupmu daripada peranku. Ngomong-ngomong, aku selalu merasa seperti akulah orang ketiga antara kamu dan motormu itu.
Semuanya yang dulu kita rasa mendebarkan dan menyenangkan, sekarang hanya aku yang begitu.
Matamu tidak lagi terlihat senang melihatku. Bahasa tubuhmu juga. Tiga bulan aku berusaha buta. Berusaha membuat kita jadi menyenangkan lagi untuk tetap bersama.
Aku berusaha mempertahankan tapi di waktu yang sama kamu semakin menjaga jarak.
Rencanaku mengalahkan motormu gagal. Tadinya aku berencana akan bersama denganmu jauh lebih lama daripada saat kamu bersama motormu itu. Padahal aku tahu motormu itu sebentar lagi akan pensiun karena semakin tua umurnya. Harusnya kamu mencintaiku sedikit lebih lama dari ini, supaya setidaknya aku bisa menang dari benda sialan yang jadi saksi obrolan-obrolan kita. Juga saksi dari janjimu yang katanya tidak akan pudar cintanya.
Aku suka semua yang pernah kita punya. Semua yang pernah kita lakukan bersama. Semua janji yang kita buat bersama atau yang kamu buat untukku tapi tidak ditepati itu.
Aku suka semuanya. Juga perasaan yang mengiringi setiap kenangan-kenangan itu tercipta.
Sebelum aku terbiasa tanpamu, sebelum aku lupa rasanya, aku ingin sekali lagi bilang.
Aku sayang kamu.
Komentar
Posting Komentar