#20

Puisi cintaku sudah berbentuk kamu. Nyata senyata-nyatanya. Tidak lagi perlu dituliskan.

Tapi sayang, setelah rentetan panjang perkenalan-nyaman-tumbuh perasaan-senang-lalu bingung yang melelahkan ini, sepertinya aku harus berhenti.

Karena hanya dalam tulisan-tulisanku aku bisa memanggilmu 'sayang'. Hanya dalam khayalan-khayalanku aku bisa memeluk dan menciummu mesra. Hanya dalam mimpiku aku bisa memilikimu.

Di sepanjang waktu aku harus menahan diri untuk berpura-pura tidak menginginkanmu. Di beberapa detik aku kelepasan memandangmu penuh cinta.

Ah, bersamamu itu menyenangkan. Berpura-pura tidak menginginkanmu itu yang susah! Aku mulai kewalahan.

Nas, apakah menyerah tanda sebenar-benarnya cinta?

Kalau iya, aku mau kabur saja ke Ceres. Sendirian dan hilang selamanya. Lalu menjadikanmu sosok terakhir yang kuingini.

Komentar

Postingan Populer