Jilid 25
24 ditutup dengan berani. Kamu berani bertanya apa yang membuat langkahmu terhambat lalu setelah tahu jawabannya, kamu dengan tegas mengambil langkah pergi. Hebat.
Harus bisa terus seperti itu. Agar tidak ada waktu terbuang hanya untuk memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya kamu kira-kira sendirian.
Jadi, 25 mau kita isi apa nih? Harapan-harapan yang dibangun kembali? Perjuangan-perjuangan yang akan dimulai lagi? Boleh. Yuk.
Eh selamat ulang tahun, anak kecil. Sudah 25 tahun kita. Seperempat abad loh. Nggak nyangka ya bisa bertahan selama ini?
Anak kecil yang dulu suka lari-larian di lapangan tengah hutan bersama seorang teman cowoknya, sekarang lebih suka berlarian di dalam pikirannya sendiri.
Anak kecil yang dulu menangis karena cinta pertamanya selama 6 tahun tidak dibalas sama rasa, sekarang hanya menangis untuk foto/video haru.
Anak kecil sudah besar ya?
Sudah mulai ngerti kalau semua orang boleh datang dan pergi. Dan kamu juga boleh melakukan yang sama.
Segala hal boleh berubah. Tapi sikap harus tetap tulus. Menangis ketika bersedih, tertawa ketika bahagia. Jangan dibalik. Mengerti?
Anak kecil sudah besar kan?
Jangan kayak anak kecil lagi, ya?
Komentar
Posting Komentar