Selamat Ulang Tahun, Kanyaah.

Dulu aku punya cita-cita hidup sendirian di sebuah rumah kecil yang banyak buku di dalamnya. Hidup di kaki gunung yang dingin supaya hari liburku nyaman untuk selimutan sampai siang.

Sekarang kamu tahu kenapa aku nggak setuju sama idemu untuk punya rumah di tengah persawahan. Sawah itu pasti panas. Nggak nyaman buat aku selimutan sampai siang.

Aneh ya? Padahal waktu kamu bahas soal rumah di tengah sawah itu kita masih bukan siapa-siapa. Hanya kakak dan adik kelas yang kebetulan mau pergi ke air terjun bareng. Tapi aku dengan berani membantah kalau ide punya rumah di tengah sawah itu buat repot nanti saat tua. Jauh ke rumah sakit.

Semenjak kamu datang, semua cita-citaku yang tadi boleh ditambah dengan milikmu, juga ditambah dengan milik kita. Kita wujudkan semua bersama. Berdua.

Selamat tambah umur ya. Semoga tahun ini kamu bahagianya dua kali lipat karena dijalani sama aku.

Do'aku selalu sama. Kamu panjang umur dan sehat. Aku mau lama sama kamu dan semoga Allah berbaik hati menitipkan kita untuk satu sama lain selama mungkin. Selama mungkin.

Semoga kamu selalu punya banyak maaf untuk aku yang sering nyebelin. Pemakluman tanpa batas untuk pemikiranku yang sering bikin kamu nahan kesel.

Sekarang, segini dulu. Tahun depan aku ucapin lagi. Tahun depannya juga. Dan tahun-tahun selanjutnya.

Buat kamu, tulisanku nggak akan sampai di kata selesai.

Sampai ketemu hari minggu nanti ya. Aku sayang kamuá°”ᩚ

Komentar

Postingan Populer