#27

Setelah perpisahan itu, aku masih bertahan di perasaan yang sama. Belum ingin beranjak pergi karena berharap mungkin Tuhan memisahkan kita hanya untuk memberikan sebuah pelajaran bahwa tanpa kita saling, ternyata sulit.

Bahwa Tuhan akan mengembalikan kita ke tempat yang sama; bersama.

Tapi rasanya setiap hari aku hanya menyemogakan satu hal yang kian hari kian terasa mustahil. Mengaminkan satu hal yang semakin diaminkan semakin terasa harus direlakan.

Padamu aku belajar apa itu mempertahankan. Tapi yang kudapat adalah kesia-siaan. Atau mempertahankan harusnya memang tidak boleh kulakukan?

Dan tidak lagi ada alasanku untuk menyemogakan harap. Tidak lagi ada alasan untukku mengaminkan kita. Tidak lagi ada alasan untukku bertahan.

Bertahan adalah salah. Salah yang sengaja kulakukan. Tapi kita pernah sepakat bahwa kita tidak boleh sebodoh lirik lagu yang kita dengar saat di kedai nasi goreng. Ingat?

Maka dari itu, aku pamit.

Kudo'akan bahagia untukmu, selalu.

Komentar

Postingan Populer